Instant Messaging Tingkatkan Produktivitas Kerja

JAKARTA – Jajak pendapat yang dilakukan Microsoft Windows Live menunjukkan bahwa masyarakat di Asia Tenggara menggunakan program Instant Messaging (IM) untuk hampir semua hal, mulai dari berkomunikasi dengan kolega, bergosip, mengajak kencan, berselingkuh, bahkan mengundurkan diri dari pekerjaan.

Dilansir dari keterangan resminya, Senin (16/11/2009), survei online yang dilakukan kepada 1.400 responden di Asia Tenggara, sebanyak 94 persen dari mereka mengaku menggunakan IM untuk melakukan komunikasi sosial dan 54 persen mengaku menggunakannya pada saat sedang bekerja.

Dari sejumlah responden yang menggunakan IM saat bekerja, hampir setengah atau 44,3 persen dari mereka menghabiskan antara 10 hingga 30 persen waktu bekerjanya untuk online, sementara lebih dari 10 persen responden mengatakan bahwa mereka memanfaatkan lebih dari 80 persen waktu kerjanya untuk menggunakan IM.

Dari hasil tersebut menunjukkan banyak waktu yang terpakai untuk menggunakan IM saat bekerja. Lalu, apakah para karyawan menjadi kurang produktif di kantor? Mayoritas responden atau sekitar 59,4 persen tidak setuju dan merasakan bahwa IM justru meningkatkan produktivitas.

“Mengetik di IM jauh lebih cepat dibandingkan dengan mengirim email atau mengangkat telepon. IM merupakan suatu alat komunikasi yang lebih mudah dipakai saat berkomunikasi dengan kolega, pimpinan, dan bahkan klien, serta memungkinkan saya untuk mengirim dokumen dan mendiskusikan visualisasi spesifik secara langsung,” ujar Mohammad Reza Khadafi (29), seorang pekerja kreatif.

Kenyataannya, IM telah menjadi instrumen komunikasi utama di kantor. Hampir sepertiga 37,7 persen responden mengatakan bahwa mereka menggunakan messenger untuk berkomunikasi dengan kolega, 12,1 persen dengan klien dan hampir 10 persen dengan pimpinan mereka. Tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi; 60,5 persen pengguna memanfaatkan IM untuk mengirim dokumen, yang menambah efisiensi kerja karyawan.

“Dengan IM, kita bisa mengetahui orang yang kita ajak berkomunikasi sedang berada di meja atau menghadiri rapat. Jika mereka ada, mereka akan merespons langsung, jika tidak, kami tinggal mencari yang lain,” tambah Khadafi.

Di kantor-kantor yang melarang pengunduhan (download) IM tools, orang seringkali menggunakan program Instant Messaging berbasis web (Web IM). Kini Windows Live Messenger juga hadir di platform berbasis web, Windows Live Hotmail dan http://webim.live.sg, yang menawarkan pengguna dengan platform komunikasi yang efektif melalui IM.

Namun penggunaan Web IM tidak hanya terbatas selama berada di kantor. Menurut survei, lebih dari 40 persen responden menyatakan bahwa mereka merasa lebih aman menggunakan platform IM berbasis Web melalui komputer publik. (tyo)



Artikel Terkait:

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress