VATIKAN – Gereja Katolik Roma harus meninggalkan pikiran tradisional dan mengakui pentingnya jangkauan Internet, sebagai sarana untuk menyebarkan ajaran Katolik secara luas ke seluruh dunia.
“Internet merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari,” kata Uskup Monsignor Jean-Michel Di Falco, disela-sela pertemuan Uskup Vatikan Katolik Eropa dengan media, seperti yang diberitakan AFP, Jumat (13/11/2009).
“Dengan tidak hadir di Web, Anda memotong diri dari sebagian besar kehidupan masyarakat,” tambah uskup Gap.
Uskup Gap mencatat setidaknya ada tiga peristiwa yang melibatkan Gereja yang diguncang di dunia maya dalam beberapa bulan terakhir, yaitu pernyataan pihak gereja yang menyangkal peristiwa Holocaust, kontroversi dari seorang dokter yang melakukan aborsi terhadap korban perkosaan, dan pernyataan oleh Paus Benedictus XVI tentang penggunaan kondom dan AIDS di Afrika.
Dalam pertemuan di Vatikan tersebut hadir pula perwakilan dari jaringan sosial Facebook, mesin pencari Google, situs berbagi video YouTube dan ensiklopedi online Wikipedia.
“Paus, kardinal, uskup, imam dan orang-orang awam telah masuk ke wilayah internet yang terkenal bebas dan spontan, di mana setiap orang dapat berdebat segalanya,” tambah Uskup Gap.
“Kita harus mempromosikan kehadiran Kristen di web yang tentu saja tidak hanya untuk menguasai teknik komunikasi, tetapi juga memberikan ruang untuk penelitian, pertemuan, dialog dan doa,” tambah Di Falco.
Di acara tersebut, peserta juga akan belajar cara-cara untuk memerangi kejahatan cyber yang dipimpin oleh seorang hacker Swiss dan seorang ahli Interpol. (tyo)


November 13th, 2009
admin
Posted in
Tags: 